Apa itu Epical Glory? Ciri-ciri Player & Tips Keluar dari Rank Badak

Di Mobile Legends: Bang Bang terdapat beberapa tier atau tingkatan bagi para player, mulai dari Master, Grand Master, Epic, Legends, dan Mythic. Namun dari sekian tier yang disebutkan di atas, terdapat satu tier yang bisa dikatakan adalah tier lelucon bagi para pemain di tier Epic. Tier tersebut adalah Epical Glory.

Lantas apa sebenarnya Epical Glory? Dan kenapa ada julukan tersebut ke para pemain di tier Epic? Mari kita bahas secara lebih lengkap.

Apa itu Epical Glory?

Epical Glory adalah sebuah tier yang ditukukan kepada pada pemain yang terjebak di tier Epic, atau biasa disebut Epic Abadi.

Julukan ini muncul karena para pemain Epic Abadi ini seringkali memiliki tingkah laku yang meresahkan warga land of dawn.

Salah satu karakter yang paling mencolok di player Epic adalah saling menghujat satu sama lain saat tim mengalami kekalahan. Para player epical glory ini mayoritas akan sibuk mengetik di chat untuk saling menyalahkan daripada fokus di permainan, alhasil hanya kekalahan yang di dapat dan akhirnya mereka tidak pernah bisa naik ke tier yang lebih tinggi lagi.

Ciri-Ciri Player Epical Glory

1. Saling Menyalahkan

Jika tim mengalami kondisi yang tertekan, para player epical glory mayoritas akan sibuk mengetik di chat untuk saling menyalahkan. Uniknya, terkadang player yang menyalahkan tersebut adalah yang justru berbuat salah.

Misalnya saja hero Tank menyebut hero Marksman ‘nub’ karena sering mati, padahal kesalahan justru terletak pada hero Tank tersebut yang seharusnya berada di barisan terdepan saat war sedang berlangsung.

2. Menggunakan Hero Late Game

Hero-hero late game seperti Aldous, Lesley dan hero late game lainnya merupakan hero favorit para pemain Epical Glory. Hero-hero seperti Aldous bahkan sering menjadi langganan ban di tier Epic, padahal cara counter hero ini cukup mudah, yakni menggunakan strategi freeze lane agar dia tidak mendapatkan stack dari minion.

Pada dasarnya tidak salah dengan hero-hero late game semacam ini, karena mereka akan memiliki damage yang sangat besar di late game. Yang menjadi permasalahan adalah META permainan di tier atas umumnya memiliki tempo yang cepat, antara 10-15 menit.

Dengan kata lain, hero-hero late game ini kurang efektif di tier atas yang tidak mengenal kata late game.

3. Tidak Paham META

META adalah singkatan Most Effective Tactics Available, atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai ‘taktik paling efektif’. Di game Mobile Legends sendiri terdapat beragam banyak META yang tersedia, misalnya saja META split push.

META split push adalah META yang menugaskan satu pemain untuk melakukan push turret sendiri saat hero lain sedang war. Umumnya tugas split push ini dijalankan oleh para marskman.

Karena tidak paham META seperti ini, para player epical glory justru akan menyalahkan Marksman yang melakukan split push, “MM Ngapain?”, “MM nggak guna”, dan sebagainya.

4. Tidak Paham Cara Counter Hero Lawan

Asal memilih hero tanpa melihat apakah hero power tersebut kuat melawan hero lawan menjadi ciri khas player epical glory. Sebagai contoh kamu menggunakan Miya untuk melawan Beatrix, tentu Miya akan di bantai oleh Beatrix di early game karena kalah hero power.

Terkait counter ini tidak hanya soal hero, namun juga susunan item yang dibeli. Para player epical glory umumnya akan mencontek build item dari top global tanpa menyesuaikan satu atau beberapa item untuk melawan hero tertentu. Padahal mengganti beberapa item sesuai kebutuhan di dalam game menjadi sesuatu yang sangat penting.

5. Komunikasi Buruk

Mobile Legends merupakan game yang mengandalkan kerjasama tim yang solid, dan komunikasi adalah hal yang sangat penting di game ini. Dengan komunikasi yang baik akan membuat teman satu tim kalian menerima informasi agar bisa melakukan tindakan yang tepat dalam game.

Selain tidak adanya informasi, para player epical glory juga terkadang tidak paham dengan pesan yang dikirimkan ke tim.

Misalnya saja pesan “lawan menghilang dari lane!”, yang artinya teman satu tim kalian memberitahu bahwa hero lawan yang satu lane dengan dia sedang tidak ada disana.

Informasi ini ditujukan untuk memberitahu teman satu tim untuk berhati-hati, karena bisa saja hero lawan yang menghilang tersebut sedang bersembunyi di rumput sekitar untuk menyerang secara mengejutkan.

6. Anti Surrender

Surrender merupakan hal yang sangat dihindari oleh para player Epical Glory, alasannya jelas karena gengsi. Padahal surrender di tier atas adalah hal yang wajar, terlebih jika memang secara logika tim kita sudah kalah telak.

Ketika sudah kalah gold, kalah level, kalah hero power, dan turret sudah banyak yang jebol, pemain di tier atas tidak mau menghabiskan waktu mereka untuk memaksakan game yang berat.

Tips Keluar dari Tier Epical Glory

1. Asah Skill

Ini tentu poin penting yang harus dilakukan. Skill yang dimaksud tidak terbatas pada skill yang dimiliki oleh hero, melainkan pemahaman tentang game secara menyeluruh. Kamu harus paham role hero, paham META saat ini, cara counter hero lawan, dan banyak hal lainnya.

2. Mabar

Mabar atau main bareng menjadi solusi terbaik berikutnya. Karena dengan mabar, kalian bisa saling berkomunikasi agar lebih mudah mendapatkan kemenangan.

“Skill lagi cooldown, mundur dulu!”, begitu kira-kira kalau mabar sama temen sendiri.

3. Abaikan Chat

Ini tips selanjutnya kalau kalian terpaksa bermain solo ranked. Kalian jangan terpancing dengan chat dari teman satu tim yang sedang ribut, fokus di game saja.

Kalian juga jangan terpancing dengan chat dari lawan yang mengejek, karena chat-chat tersebut memang ditujukan untuk menjatuhkan mental kalian agar lebih mudah dikalahkan.

Dan yang lebih penting lagi, kalian jangan juga sibuk mengejek teman kalian yang melakukan kesalahan. Kesalahan adalah hal wajar, dan kalian sendiri pasti pernah melakukan kesalahan di dalam game. Jadi tetaplah fokus ke permainan.

Baca artikel dari berita tebaru lainnya dari Gamepedia di Google News.

Tinggalkan komentar